Sebatas Niat
Komitmen menjadi masalah bagi saya. Keinginan dan perbuatan saya kadang tidak sinkron. Ketidakmampuan dalam mewujudkan apa yang saya pikirkan merupakan buktinya. Sebenarnya bukan tidak mampu, tapi tidak mau melakukannya. Semua itu berhubungan dengan komitmen saya. Ketika ingin melakukan perubahan dalam hidup saya, seringkali terhadang oleh perbuatan saya sendiri. Bukan perbuatan tetapi tidak melakukan apa-apa. Level malas saya sudah sangat akut, saya lebih memilih bermalas-malasan padahal saya sudah punya angan-angan.
Saya cenderung orang yang memikirkan rencana sebelum melakukan suatu kegiatan. Memikirkan urutan kegiatan apa yang akan saya lakukan. Apabila satu kegiatan tidak berjalan, maka bisa berakhir bencana. Atau mungkin yang menghambat saya selama ini adalah karena terlalu memikirkan resiko daripada berusaha mengerjakan impian saya. Selain itu saya sering kurang fokus dan terbagi konsentrasinya. Kegiatan tak berguna, membuang waktu, menunda-nunda sangat ingin saya hindari. Tapi, kenyataannya itu semua hanya dalam pikiran saya. Saya sering berniat ingin bangun pagi lalu segera melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kenyataannya saya malah tidur kemaleman, bangun setengan enam untuk sholat lalu tidur lagi sampai jam sembilan. Lalu ngenet sampai jam sebelas, setelah itu baru menyesal kenapa saya tidak bisa menjalankan rencana saya, dan itu terus berulang-ulang terjadi, padahal setiap malam rencana itu terus terpikirkan. Mungkin tingkat komitmen saya untuk hidup lebih baik baru sekadar niat. Inilah yang harus saya benahi.
Saya cenderung orang yang memikirkan rencana sebelum melakukan suatu kegiatan. Memikirkan urutan kegiatan apa yang akan saya lakukan. Apabila satu kegiatan tidak berjalan, maka bisa berakhir bencana. Atau mungkin yang menghambat saya selama ini adalah karena terlalu memikirkan resiko daripada berusaha mengerjakan impian saya. Selain itu saya sering kurang fokus dan terbagi konsentrasinya. Kegiatan tak berguna, membuang waktu, menunda-nunda sangat ingin saya hindari. Tapi, kenyataannya itu semua hanya dalam pikiran saya. Saya sering berniat ingin bangun pagi lalu segera melakukan kegiatan yang bermanfaat. Kenyataannya saya malah tidur kemaleman, bangun setengan enam untuk sholat lalu tidur lagi sampai jam sembilan. Lalu ngenet sampai jam sebelas, setelah itu baru menyesal kenapa saya tidak bisa menjalankan rencana saya, dan itu terus berulang-ulang terjadi, padahal setiap malam rencana itu terus terpikirkan. Mungkin tingkat komitmen saya untuk hidup lebih baik baru sekadar niat. Inilah yang harus saya benahi.
Komentar
Posting Komentar