Kesemutan identik dengan gejala penyakit?
Pernah kesemutan?Pertanyaan nya kenapa disebut kesemutan ya, mungkin rasanya kaya diraba-raba semut kali ya. Tapi ga gitu juga rasanya ya, ga tau juga. Lebih baik kita ngebahas kok bisa kita kesemutan ya. Emang kita manis?ga lah. Emang kalo kesemutan berati tanda-tanda kena penyakit? Ga tau. Makanya ayo cari tau. Tadi ane gogling dan nemuin bannyak artikel tentang kesemutan. Nah ini yang ane dapet dari beberapa sumber.
Arti kesemutan menurut kedokteran
Kesemutan atau parestesia dalam ilmu kedokteran, adalah sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu rangsangan dari dunia luar. Sebenarnya parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu, atau sensasi rasa dirambati sesuatu. Parestesia itu timbul bila terjadi iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan.
Mudeng ga? Intinya kesemutan itu kaya gejala dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsang listrik di sistem itu ga tersalur secara penuh, sebabnya bisa macem-macem.
Trus, apa penyebabnya?
Kesemutan terjadi jika syaraf dan pembuluh darah mengalami tekanan Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah terganggu. Umumnya kesemutan akan mereda jika bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan.
Oh,gitu ya, pantes kalo duduk bersila lebih gampang kena. Tapi klo anggota tubuh kita diem aja juga bisa kena. Ini penyebab yang lain
Posisi duduk atau berdiri untuk waktu yang lama.
Melukai saraf tubuh memasok bagian di mana merasakan sensasi. Jika seseorang mengalami cedera leher, misalnya, kemungkinan merasakan sensasi di sepanjang lengan atau tangan. Demikian pula, cedera punggung yang rendah dapat menyebabkan linu panggul-sebuah sensasi mati rasa atau kesemutan di bagian belakang kaki.
Tekanan pada saraf tulang belakang.
Kondisi medis tertentu, termasuk diabetes, tiroid kurang aktif, multiple sclerosis, kejang, migrain atau sakit kepala biasa. Tingkat abnormal kalsium, kalium, atau natrium dalam tubuh. Kekurangan Vitamin B-12. Pengobatan tertentu.
Jadi itu penyebabnya,ilmiah ya. Trus, biar ga gampang kesemutan gimana?
Tips mengatasi kesemutan
1. Hindari posisi tubuh yang menekan syaraf dan peredaran darah. Misalnya menonton tv sambil tiduran, atau menulis di lantai sambil tengkurap. Bila ingin menulis sebaiknya duduklah di kursi dengan bokong merapat ke belakang dan punggung lurus menempel pada sandaran. Bila diperukan, cobalah pilih kursi ergonomis
2. Namun kalau Anda termasuk seseorang yang sensitif alias gampang kesemutan, Anda bisa mengurangi kesemutan dengan cara berolah raga secara teratur. Olah raga mempunyai banyak manfaat untuk melancarkan peredaran darah.
Perlu juga menjaga sikap tubuh yang baik, misalnya dengan menghindari menekuk kaki atau tangan terlalu lama. Atau bila sedang mengetik, istirahatkan jari sebentar, lenturkan jari, siku sehingga aliran darah kembali normal
4. Bila Anda duduk, jangan terlalu sering menyilangkan kaki, ini akan menghambat aliran darah dan bisa menyebabkan kesemutan
5. Pertahankan pola makan dengan memperhatikan cakupan gizi, vitamin dan nutrisi seimbang. Cobalah untuk menjaga agar kekurangan vitamin B1, karena dapat mengganggu aliran atau rangsangan pada sistem syaraf. Pebanyak makanan dari sumber vitamni B1, yaitu unsur besi yang banyak ditemukan pada daging merah, sayuran hijau segar, biji-bijian dan lain-lain.
6. Saat SMS gunakan jari lain selain jempol. gunakan stylus pen, keypead atau touch screensecara bergantian.
Oh, oke. Kita udah tau sekarang. Tapi ini nih,katanya kalo kita kesemutan berati tanda tanda kita kena penyakit berbahaya. Emang bener ya? Nih ane nemuin
Kesemutan Indikasi Penyakit Serius
Jika kesemutan tak hilang setelah bagian tubuh digerakkan, atau semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh namun kemudian merambat ke bagian yang lebih luas; atau bila semula hanya terjadi sekali-sekali dan menjadi kian sering; atau bila kesemutan menjadi rasa kebal, sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter. Kesemutan jenis ini merupakan gejala penyakit serius. Dokter akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan itu sejak awal. Semua informasi ini akan menunjukkan penyebab masalah. Bisa jadi pada saraf tepi, pada otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.
Beberapa gangguan kesehatan serius yang ditandai gejala kesemutan, antara lain:
1. Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
Terjadi pada orang dewasa, kadang-kadang gejala kesemutan didahului oleh flu berat. Kesemutan yang dirasakan akan menghebat, naik dari ujung jari kaki sampai ke pusar (perut tengah). Gejalanya berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Setelah fase ini, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Ini adalah gejala radang sumsum tulang belakang, yang terjadi karena serangan virus bernama cytomegalovirus (CMV). Penderita menjadi tidak bisa mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dapat disembuhkan total, dapat pula cuma sembuh sebagian, tetapi ada juga yang sampai lumpuh.
2. Diabetes mellitus atau kencing manis
Pada penderita diabetes, kesemutan adalah gejala kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Gejala yang dirasakan biasanya telapak kaki terasa tebal, kadang-kadang panas, dan kesemutan di ujung jari terus-menerus. Kemudian disertai rasa nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki, terutama pada malam hari.
3. Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
Kesemutan yang menyerang ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian berkembang menjadi rasa tebal, saat digunakan beraktivitas, adalah gejala CTS. Gejala kesemutan ini berkaitan dengan rongga di pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewati terowongan tersebut. CTS bisa menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya 1 – 2 tahun.
Pada tahap ini tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi akan mengecil, dan melemahkan otot.
4. Jantung
Pada penderita sakit jantung, kesemutan dapat juga timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Yang terjadi misalnya, si penderita menjalani operasi pemasangan klep jantung. Saat pemasangan, ada bekuan darah menempel, yang kemudian terbawa aliran darah ke atas, dan menyumbat salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak itu kebetulan mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan menjadi kelumpuhan.
4. Rematik
Rematik juga menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Gejala kesemutan karena rematik akan hilang bila rematik sembuh.
Ngeri ya, jadi ternyata bener kalo beberapa penyakit berbahaya salah satu tanda-tandanya kesemutan. Nah, tapi ga usah parno dulu. Temen-temen seberapa sering kesemutan, trus biasanya kena didaerah mana, klo emang kesemutannya kaya yang disebutin diatas coba tanya kedokter. Jangan kepacar.pacar kamu ga tau apa-apa, kecuali dia dokter. Tapi kamu ga usah panik, kesemutan adalah hal alami.
#Dikutip dari berbagai sumber
Komentar
Posting Komentar